Jumat, 30 April 2010

Diposkan oleh Resty Maudina di 30.4.10 0 komentar
30 April 2010 | 16:05 wib | Daerah
KPAI: Ujian NasionRata Tengahal Bukan Alat Ukur Akurat

Magelang, CyberNews. Koordinator KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) Drs H Hadi Supeno MSi, mengatakan, UN (Ujian Nasional) bukan alat ukur yang akurat, untuk menilai kemampuan kualitatif, sebagaimana rumusan tujuan Kementerian Pendidikan Nasional. Tetapi juga tidak mampu mengukur aspek kuantitatif, karena pelaksanaannya banyak deviasi.

"UN bukan alat ukur yang akurat," katanya, Jumat (30/4).

Ia menilai, UN telah mestigmasi anak bodoh dan anak pintar, menjadi yang tak lulus bodoh dan yang lulus pintar. Padahal nyatanya tidak selalu demikian. Banyak anak juara kelas terus menerus tetapi tidak lulus UN.

Tetapi banyak yang malas belajar, suka bolos, tapi malah lulus. UN dianggapnya tidak mampu mengukur apa-apa kecuali membeberkan data statistik jumlah pelajar yang ikut UN dan tidak ikut UN.

"UN telah diTuhankan atau diagamakan. Bagi yg lulus mengungkapkan sangat gembira secara berlebihan. Yang tak lulus merasa langit runtuh, habis segala harapan. Ini akibat kebijakan yang salah, karena sekolah juga menganggap mata pelajaran yang diujikan dalam UN adalah segala-galanya," tuturnya.

Karena itu Hadi Supeno meminta agar UN dihentikan karena memiliki kecacatan, baik secara konstitusi, sosiologis, psikologis maupun akademis.

Cacat sosilogis karena UN diskriminatif. Kondisi yang sangat berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lain, antara satu kota dengan daerah lain, tetapi diperlakukan sama oleh kebijakan UN. Cacat psikologis, disebabkan ada unsure kekerasan dalam persiapan dan pelaksanaan UN. Anak dipaksa mengikuti kemauan orang tua/guru/pejabat Diknas/pemerintah.

Sedangkan cacat akademis yang dimaksud, meringkas berbagai ilmu pengetahuan dan pengalaman siswa hanya dengan 50 atau 60 soal pilihan ganda yang tidak menggambarkan kemampuan siswa. Menurut dia, menurunnya jumlah siswa yang lulus UN 2010, bukan karena si siswa yang bodoh tetapi karena materi UN tidak mampu mengukur kemampuan siswa yang sebenarnya.

( Tuhu Prihantoro /CN16 )

Powered by Telkomsel Blackberry
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/04/30/53347
 

Resty cute Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Ugg Boots Sale | web hosting